| Bandung Lautan Banjir |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Saturday, 13 February 2010 12:32 | |||
|
13.02.10 Cuaca ekstrim yang belakangan ini melanda berbagai daerah di Bumi ini sangat mempengaruhi kehidupan kita. Tiupan angin salju di Eropa dan Amerika, Panas di Brasil, Hujan di Indonesia dan Asia. Sebetulnya ini semua akibat manusia sendiri yang tidak selalu mengingat akan lingkungan, pembuangan limbah yang tidak diproses secara baik, uap beracun yang dilepas ke udara,limbah frekuensi yang tersebar dimana mana, banyak sekali efek domino akibat kemajuan alat teknologi yang justru menghancurkan Bumi kita ini, apabila dilihat sangat memprihatinkan dan juga sangat ironis, semakin kita berusaha maju, semakin canggih alat yang diproduksi, yang tujuan utamanya adalah untuk berkembang, membuat masa depan yang lebih digital, justru dapat membalikan kita ke dalam era batu dan kayu. Pembangunan liar di Kota Bandung sangat tidak menguntungkan kita sebagai warga yang tinggal di sini, pembangunan tidak memikirkan apa yang terjadi nantinya, karena mereka hanya memikirkan profit, keuntungan yang bisa mereka dapatkan, baik pihak penanam modal, pemberi ijin dan juga pengelola. Jalan yang rusak, saluran air yang kurang memadai, saluran pembuangan yang tidak cukup, kotor dan terhambatnya saluran air, kurangnya lahan resapan untuk air, dan mungkin masih banyak faktor lain yang tidak diperhatikan oleh Pemda Bandung, di sekitar lingkungan saya juga pengerjaan oleh Pemda hanya bersifat satu sisi saja, bila mengerjakan suatu saluran, atau kabel...sehingga harus merusak/membongkar jalan, proses untuk membetulkan kembali si jalan itu bisa sangat lama, bahkan jauh setelah proyek yang sebelumnya dikerjakan itu sudah beres, kadang bila dilihat sudah untung dibetulkan kembali. Akibat semua pekerjaan yang kurang terorganisasi, kurang memperhatikan detail, apabila ditimpa suatu bencana alam atau hujan yang terus terusan seperti ini Pemerintah tidak bisa apa apa. Paling hanya rencana saja yang keluar, realisasi nya pun belom tentu langsung, cepat dan tepat. Coba para pelaku semuanya merasakan kebanjiran, mengendarai motor melewati genangan air sehingga mesin nya mati, macet dimana mana tanpa ada bantuan kawalan Polisi, bila mereka hidupnya sama dengan kita, saya yakin akan sangat membantu proses pemikiran para pelaku.
|